|
Syawalan
Keluarga Besar PA Wonosari;
Jeje
Jaenudin:
"..Selepas
Puasa Ramadhan, Kinerja harus lebih semangat"

| |
Suasana
Pembinaan dan Syawalan Keluarga Besar PA Wonosari di Aula
PA Wonosari . Tampak sebagian besar yang hadir memakai
Seragam Batik bermotif Basofi atau stelan batik semi jas
yang menambah gagah dan semangat. |
Saling
memaafkan merupakan salah satu sarana mempererat tali persaudaraan,
terlebih bagi pegawai dan hakim pada satuan kerja, tentu akan
berdampak pada peningkatan kinerja yang semakin lancar dan pelayanan
terhadap masyarakat yang semakin baik. Demikian menurut ketua
panita Syawalan dan pembinaaan Keluarga Besar PA Wonosari, Fathurrahman
Ghozali, Jum'at, (9/10) ketika memberikan sambutannya di Aula
PA Wonosari.
Upaya
peningkatan kinerja melalui pembinaan dan syawalan di PA Wonosari
itu juga diamini oleh wakil ketua, Jeje Jaenudin, bahwa etos
kerja setelah puasa Ramadhan harus lebih semangat, dan senantiasa
bersyukur melalui peningkatan disiplin. "Saya canangkan
gerakan 4 S ketika memberikan pelayanan kepada masyarakat, Senyum,
Sapa, Salam dan Sopan. Tidak lupa pula profesional dan etika
moral juga harus dikedepankan. Ujarnya.

| |
Pembacaan
Ikrar Syawalan Keluarga Besar PA Wonosari di Aula PA Wonosari
. Dari Kanan, Wakil Ketua, Jeje Jaenudin dan Hakim, Sucipto. |
Acara
syawalan keluarga besar PA Wonosari tidak seperti tahun-tahun
sebelumnya yang diisi ceramah pengajian. Sebagai gantinya acara
ceramah pengajian itu diisi dengan pembinaan pegawai yang langsung
dipimpin wakil ketua. Dalam acara syawalan tersebut diadakan
pula pembacaan ikrar bersama saling memaafkan yang dipimpin
oleh ketua panitia.
Pembacaan
ikrar bersama itu merupakan upaya penegasan dari dalam hati
yang diikrarkan untuk saling memaafkan. Menurut Jeje Jaenudin,
salah satu tanda orang bertaqwa adalah menjadi orang yang pemaaf.
Ia juga mengajak jajarannya untuk tidak henti bersyukur atas
nikmat yang Allah berikan." Kita bekerja pada lembaga yang
Alhamdulilah mendapat tunjangan remunerasi, tidak ada alasan
untuk tidak mensyukurinya, salah satunya adalah dengan terus
meningatkan kinerja".Katanya.

| |
Keluarga
besar PA Wonosari terlihat ceria saling memaafkan dengan
berjabat tangan pada acara Syawalan keluarga besar PA
Wonosari. |
Dalam acara syawalan dan pembinaan tersebut diperkenalkan
pegawai baru di PA Wonosari. Karena mulai bulan Oktober 2009
PA Wonosari mendapat tambahan empat orang pegawai yang diperbantukan,
tiga dari mereka berstatus CPNS/Cakim dan CPNS/CPP, sedangkan
satu lagi mutasi dari PTA Yogyakarta. Keempat orang pegawai
tersebut adalah, Fathurridlo Al-Ghany, Rahmat Raharjo, Nuzulia
Yustisia, dan Ridasto.
Dari
tiga pegawai CPNS baru itu pada awalnya tidak ditempatkan secara
langsung ke PA Wonosari sebagaimana yang tertera pada SK CPNS
mereka. Namun atas kebijakan PTA Yogyakarta yang mengetahui
bahwa PA Wonosari kekurangan pegawai maka mereka diperbantukan
di PA Wonosari.
Setelah acara demi acara selesai masing-masing hadirin saling
berjabat tangan. Sebelumnya dilakukan prosesi pembacaan Do'a
yang dipimpin hakim Sucipto. Meski acara diselenggarakan pada
sore hari tampak para peserta tetap ceria hingga akhir acara.
*(masdo)
|