|

| |
Rombongan
PTA Banten disambut dan berpose bersama Wakil Ketua PA
Wonosari, Drs, Jeje Jaenudin, MSI, Pansek Hj, Sri Murni,
SH dan Tim TI di depan P.A. Wonosari. |
Jarak
yang jauh dan tipologi geografis yang berbeda antara pesisir
dan pedalaman bukan halangan untuk terjalinnya sebuah komunikasi.
Hal itu dibuktikan dengan kehadiran rombongan para pejabat dan
tim teknologi informasi (TI) Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Banten
di Pengadilan Agama (PA) Wonosari, Selasa, (4/11), untuk belajar
bersama pemanfaatan teknologi informasi khusunya website dan
SIADPA.
Kedatangan
rombongan PTA Banten disambut Wakil Ketua PA Wonosari, Drs,
Jeje Jaenudin, MSI, jajaran pejabat dan Tim TI. Adapun rombongan
PTA Banten dipimpin Wakil Ketua PTA, Drs. Bahrussam Yunus, SH,MH,
dan terdiri dari Ketua PA Tangerang, Drs Tata Sutayuga, SH,
Ketua PA Cilegon, Drs, Waljon Siahaan, SH.MH, Hakim Tinggi PTA
Banten, Drs, H.R Manshur, Hakim PA Tangerang Drs Buang Yusuf,
SH.MH dan beberapa Admin TI yang semuanya berjumlah 7 orang.
Menurut
Ketua rombongan PTA Banten, Drs. Bahrussam Yunus, SH,MH, bahwa
kedatangannya ke PA Wonosari untuk belajar bersama pemanfaatan
TI. “Kami mendengar bahwa PA Wonosari telah memanfaatkan
TI secara baik dan kami merasa senang apabila bisa berbagi ilmunya
meski hanya sebagian, syukur semuanya. Dari beberapa tempat
yang kami kunjungi baru PA Wonosari ini memberikan sambutan
luar biasa” Ujarnya dalam pengantar.
Sebagai
tuan rumah Drs, Jeje Jaenudin MSI memberikan ucapan terima kasih
atas kunjungan PTA Banten ke PA Wonosari dengan melalaui jalan
Jogja-Wonosari yang berkelak-kelok.” Dibanding PA lain
yang telah menempati gedung masakini, kami masih bertype masaakiin
(Arab: miskin). Untuk itu kami berterima kasih kepada PTA Banten
yang sudah jauh-jauh bersedia berkunjung ke tempat kami. Meski
pakar kami Ahsan Dawi, MSI sedang keliling Indonesia membantu
Badilag namun Tim yang lain telah siap membagi ilmunya”.Ujarnya

Kedatangan
rombongan PTA Banten merupakan kejutan karena baru memberi kabar
melalui surat resmi yang di Fax ke PA Wonosari sehari sebelum
kedatangan. Belum lagi yang hadir merupakan pejabat tinggi di
lingkungan PTA, mengingat acara seperti studi banding TI biasanya
banyak dilakukan PA. Namun demikian pihak PA Wonosari tetap
berupaya memberikan yang terbaik.
Setelah
acara sambutan dilanjutkan ke Dapur redaksi Website Pa Wonosari
dan SIADPA untuk melihat lebih dekat proses pelaksanaan pemanfaatan
TI. Acara itu di pandu oleh Fajar Widodo, SHI (Website) dan
Ahmad Mashuri, SH (SIADPA). Untuk website materinya lebih kepada
kiat bagaimana membuat web senantiasa aktual dan konsep membangun
tim yang solid. Sedangkan SIADPA lebih banyak hal-hal teknis
pada pembuatan blanko yang banyak menjadi kendala di beberapa
tempat.
Pelaksana,
Rekan kerja, dan Pimpinan.
Belajar dari berbagai studi banding dan saling bertukar pengalaman
tentang pemanfaatan teknologi informasi, hal itu bisa berjalan
dengan baik bila ada dukungan pimpinan, rekan kerja, dan pelaksana
yang bertugas untuk itu. Jadi apabila ada SDM yang potensial
tapi tidak di apresiasi dan diberi ruang yang cukup untuk pengembangan
biasanya akan menemui kendala. Demikian pula bila pimpinan punya
keinginan kuat namun pelaksananya tidak ada juga merupakan masalah.
Namun
demikian selalu ada jalan keluar dari niat baik untuk suatu
usaha. Karena pemanfaatan TI tidak bisa sekali jadi, butuh ketekunan,
proses yang panjang dan mau belajar.”Tidak masalah bila
kita harus meniru apa yang sudah ada, namun setelah itu harus
bisa menambah dan mengembangkan. Kita bisa mencontoh Web berita
yang bagus dan meniru bagaimana mereka membuat berita setelah
itu kita kembangan”. Demikian menurut Fajar Widodo, salah
satu pengelola website PA Wonosari menyarankan.
Setelah
jamuan makan siang dengan menu khas Gunungkidul acara belajar
bersama pemanfaatan TI itu berakhir dengan pemberian cindera
mata dari PA Wonosari. Ucapan saling berterima kasih dan harapan
terus membangun silaturahim mengiringi kepergian rombongan dari
pertemuan yang penuh keakraban itu.*(Fajar/TI PA Wonosari).
|