|
Pesantren TI di PA Wonosari
(06/10/2008)
| |
Wakil
Ketua PA Wonosari sedang memberikan sambutan sekaligus
membuka Pesantren T.I. bagi seluruh jajaran Hakim, Pegawai
dan Karyawan di lingkungan P.A. Wonosari. |
Sehari
sebelum libur panjang Hari Raya Idul Fitri, Jum’at, (26/9)
Pengadilan Agama Wonosari menyelenggarakan Pesantren Teknologi
Informasi. Kegiatan yang berlangsung sehari penuh di bulan Ramadhan
itu dimaksudkan untuk memperdalam pengetahuan bidang TI bagi
seluruh jajaran Hakim, Pegawai dan karyawan. Melalui kegiatan
itu diharapkan pengetahuan TI tidak terbatas hanya dimiliki
oleh admin/operator semata tapi menyuluruh untuk semua.
Jauh
sebelum acara pesantren TI diselenggarakan PA Wonosari sudah
seringkali mengadakan pelatihan-pelatihan internal dalam skala
terbatas. Beberapa diantarnya pelatihan menggunakan internet,
membuat email, pelatihan admin website, pelatihan penulisan
jurnalistik berbasis website, dan pelatihan operasional SIADPA.
Pada pelatihan Program Pesantren TI kali ini peserta diberi
teori hingga praktek, dari mengisi menu-menu website hingga
up louding data dan merubah blangko-blangko SIADPA.
Menurut
Wakil Ketua Pengadilan Agama Wonosari, Drs. Jeje Jaenudin, MSI,
dalam sambutannya mengatakan bahwa dirinya siap mendukung sepenuhnya
setiap ide dan gagasan demi kemajuan lembaga. ”Saya merasa
bangga bisa bertugas dan mengabdi di PA Wonosari yang mana teknologi
informasinya sudah cukup maju. Mari kita pertahankan dan tingkatkan
apa yang telah kita miliki dan peroleh. Dengan ini saya mendukung
sepenuhnya atas kreatifitas dan gagasan dari semua pegawai”,
menurutnya sambil menyebut kata "santri" untuk mengganti
istilah pegawai pada hari itu.

Santri Pesantren TI tampak serius menyimak uraian pemateri
Ruang
tunggu PA Wonosari hari itu dirubah menjadi "pesantren",
ada dampar (meja kecil), duduk/lesehan, dan 13 laptop sebagai
pengganti kitab kuning. Materi yang disampaikan adalah internet
dan jaringan, pengelolaan website dan aplikasi SIADPA. Setelah
mendengarkan materi pengelolaan website, para santri dibagi
menjadi 4 kelompok dan diberi tugas untuk mengisi menu-menu
website serta melakukan uploading data.

Seluruh santri Pesantren T.I. sangat antusias mempraktekkan
ilmu mereka dalam mengerjakan tugas kelompok dipandu Ahsan Dawi
Secara
khusus kegiatan Pesantren TI merupakan upaya menyukseskan reformasi
birokrasi yang sedang berjalan di lembaga peradilan. Salah satu
agenda reformasi birokrasi adalah transparansi melalui teknologi
informasi seperti website dan SIADPA. Melalui teknologi informasi
diharapkan segala sesuatu terkait kebutuhan informasi masyarakat
bisa menjadi lebih cepat dan mudah. Dengan pelatihan ini diharapkan
seluruh pegawai menjadi akrab dengan teknologi, mampu mengoperasikan
tanpa bergantung kepada satu atau dua orang admin.*(fajar widodo)
|