|
| |
Sambutan
penyelenggara pengajian pejabat di lingkungan Pemerintah
Kabupaten Gunungkidul oleh Dra Mustaqarah, SH., MM (Wakil
Ketua PA Wonosari) di Aula Sekretaris Daerah Pemkab Gunungkidul. |
Pengajian
Pejabat di Lingkungan Pemerintah Gunungkidul yang dilaksanakan
rutin setiap bulan memasuki putaran ke 121. Sebagai tuan rumah
pada putaran kali ini adalah PA Wonosari, Rabu, 16/07/2008,
bertempat di Ruang Aula Sekretaris Daerah Pemkab Gunungkidul.
Selaku pembicara dalam pengajian tersebut adalah Ustad H.M Ibnu
Abbas Ar, asal Prambanan, dengan membawakan tema utama Manajemen
Hati.
Menurut
Dra. Mustaqaroh, SH, MM, dalam sambutan mewakili penyelenggara
mengatakan bahwa maksud diadakannya pengajian pejabat adalah
untuk mempererat tali silaturahmi jajaran pejabat di lingkungan
Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dan siraman rohani spiritual.
“Pembinaan mental pejabat yang secara rutin dilakukan
dimaksudkan agar berdampak positif terhadap kinerja” Menurutnya.

| |
Ceramah
Pengajian Pejabat di Lingkungan Pemkab Gunungkidul oleh
H.M Ibnu Abbas Ar, asal Prambanan di
Aula Sekretaris Daerah Pemkab Gunungkidul.
. |
Dalam
pengajian itu diuraikan beberapa persoalan seputar hati, menurut
Ustad H.M Ibnu Abbas Ar, bahwa hati yang sehat adalah hati yang
tidak punya prasangka buruk. Begitu pula, hati yang sehat adalah
yang merasakan bahwa jabatan adalah amanah. Lebih lagi, Pejabat
menempati urutan pertama ketika dihisab di akhirat kelak. Maka
pergunakan jabatan itu sesuai dengan tugas dan kewenangannya.
“Ada
3 penyakit hati yang seringkali menyerang kita, yakni Pertama,
lupa waktu sholat, Kedua, senantiasa gelisah ketika di majelis
taklim, Ketiga, karyawan dan pimpinan saling curiga. Oleh karena
itu kita perlu memperbanyak bergaul dengan orang sholeh, shalat
malam, dan shodaqoh. Lebih-lebih shodaqoh punya sifat menghapus
dosa dan mengangkat do’a”, demikian ujar ustad muda
penuh energik tersebut menuturkan.
Saat
ini sedang gencar pengusutan terhadap para pejabat yang menyalahi
kewenangannya karena diindikasikan melakukan praktek Korupsi.
Maka ada sindiran bahwa banyak pejabat suka menempati 3 rumah,
yakni Rumah Dinas, Rumah Sakit dan Rumah Tahanan. Hal itu diharapkan
jangan sampai terjadi di lingkungan pejabat di Gunungkidul karena
penyelewengan jabatan.*(Fajar)
|