|
| |
Bambang
MBK, Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Yogyakarta,
saat menjadi narasumber Pelatihan Jurnalistik Berbasis
Website di PA Wonosari. |
Dalam
rangka meningkatkan profesionalisme di bidang jurnalisik sebagai
sarana mewujudkan keterbukaan informasi pengadilan, Tim TI PA
Wonosari mengadakan acara pelatihan jurnalistik berbasis website.
Pelatihan itu antara lain bertujuan menumbuhkan keberanian menulis
dikalangan pegawai, dan khususnya para pengelola website. Meski
diselenggarakan pada hari libur (Sabtu, 29/03/2008) dalam format
sederhana, pelatihan selama 1 hari ini berlangsung sukses.
Bertindak
selaku narasumber pada acara tersebut adalah Bambang MBK, Ketua
Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Yogyakarta. Seluruh pegawai
dan Tim TI yang menghadiri acara itu tampak begitu antusias.
Hal tersebut terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan
narasumber. Materi pelatihan yang bertempat di Aula PA Wonosari
tersebut adalah dasar-dasar jurnalistik, fungsi sosial dan peranan
media, kode etik jurnalistik, dasar-dasar reportase dan lain-lain.
Menurut
Bambang MBK, website yang telah dimiliki PA Wonosari tidaklah
beda dengan media massa lain. Fungsi dan peran yang dibawanya
sama yakni memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui informasi
yang tepat, akurat dan benar. Disamping itu keberadaan website
tersebut juga untuk mendorong terwujudnya supremasi hukum. Ditinjau
dari sifat dan kedudukannya, website PA Wonosari dapat pula
disebut media komunitas karena banyak menyuarakan kegiatan dan
kebutuhan masyarakat seputar dunia peradilan.
Selain
memaparkan pengalaman-pengalaman selama menjadi wartawan, Bambang
MBK juga mengelaborasi macam-macam berita, yaitu straight
news, feature, indept reporting dan investigative reporting.
Tidak hanya itu wartawan freelance The Jakarta Post
ini juga memberikan contoh-contoh berita dengan media berupa
koran/majalah lokal, nasional dan internasional, seperti Kedaulatan
Rakyat, Kompas, National Geograpic, dll.
Menurutnya,
bedasarkan UU No 40 Tahun 1999 tentang Pers, “Jurnalistik
adalah serangkaian kegiatan yang meliputi mencari, memperoleh,
memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi baik
dalam bentuk tulisan, suara, dan gambar serta data dan grafik
maupun dalam bentuk lainnya dengan menggunakan media cetak,
media elektronik, dan segala jenis saluran yang tersedia”,
ujar Mantan Wartawan Kedaulatan Rakyat ini.
Beberapa
pertanyaan yang muncul adalah bagaimana menumbuhkan semangat
menulis. Menurutnya, pada dasarnya tidak ada teori baku bagaimana
menulis itu. Yang paling penting adalah berlatih dan terus berlatih.
Karena belajar menulis itu tidak ada bedanya dengan naik sepeda
atau berenang. Minat harus ditumbuhkan sebagaima motivasi. Jadi,
semua orang berbakat menulis asal ada kemauan dan kerja keras,
terlebih menulis telah dilakukan semenjak SD. Apalagi di Pengadilan
kita biasa membuat Berita Acara Persidangan ataupun putusan
yang tidak lepas dari dunia tulis menulis. (Ahsan&Fajar)
|