|
| |
Rombongan
Tim MCC-ICCP sedang melakukan Inventarisasi pengelolaan
aset Negara di P.A. Wonosari. |
Lembaga Millenium Challenge Corporation
Threshold Program for Indonesia Control of Corruption Project
(MCC-ICCP) mengunjungi PA Wonosari, Kamis, (28/8). Kedatangan
team MCC-ICCP yang berjumlah 3 orang tersebut guna melakukan
inventarisasi aset dan pembenahan barang milik Negara (BMN).
Seperti yang diketahu bahwa MCC-ICCP adalah lembaga mitra Mahkamah
Agung dalam upaya reformasi di peradilan.
Menurut Team MCC-ICCP yang di pimpin oleh Rully,
Debby, dan Mentari tersebut mengatakan bahwa kedatangnya bukan
bermaksud investigasi namun lebih kepada upaya bersama melakukan
pembenahan asset Negara. “Kami bukan melakukan investigasi,
tetapi hanya menginventarisasi asset seperti yang ada dalam
Aplikasi SABMN ataupun SIMAK-BMN, serta memberi masukan apabila
ada kendala”. Ujar Rully.
Sejauh ini menurut Kaur Umum PA Wonosari, Sukardi,
SH selaku kordinator pengelolaan asset mengatakan bahwa PA Wonosari
telah memakai aplikasi SABMN dan SIMAK-BMN. “Mulai tahun
2005 kami telah memakai Aplikasi itu sehingga pengelolaan asset
menjadi lebih mudah, dan saya juga sering mengirimkan staf-staf
saya mengikuti berbagai pelatihan yang biasasnya diselenggarakan
MA maupun Depkeu sehingga semakin membantu”. Ujarnya.
Penerapan aplikasi SABMN ataupun SIMAK-BMN
merupakan bagian dari Teknologi Informasi (TI) di PA Wonosari,
disamping SIADPA (Perkara), Website, SIMPEG (Kepegawaian) dan
SAKPA (Keuangan). Selain itu kedatangan MCC-ICCP ke PA Wonosari
menjadi kesempatan bagi para Staf secara antusias untuk berdiskusi
berbagi hal tentang pembenahan yang saat ini digalakan di lembaga
peradilan.
Setelah melakukan penyamaan data tertulis dengan
asset yang ada, team MCC-ICCP pamit pulang dan mengatakan akan
datang lagi beberapa hari kemudian. Menurut mereka, bahwa pelaksanaan
inventarisasi asset akan dilakukan di seluruh Satker peradilan
dan hasilnya akan diserahkan ke Mahkamah Agung sebagai rekomendasi.*
(Fajar)
|