|
Pemberian
Beasiswa Dharmayukti dan Pertemuan Paguyuban keluarga besar
PTA dan PA se Daerah Istimewa Yogyakarta
(Rabu, 9/12/2009)

Pengurus Dharmayukti Karini cabang Gunungkidul dan Ketua Pengadilan
Agama Wonosari, Jeje Jaenudin, berpose bersama putera-pueri
pegawai penerima beasiswa periode Desember 2009.
Suasana
Pengadilan Agama Wonosari pagi itu, Rabu, (9/12), telah ramai
dengan kehadiran Ibu-Ibu Paguyuban Keluarga Besar PA se wilayah
Daerah Istimewa Yogyakarta. Kehadiran mereka dalam rangka pertemuan
besar paguyuban di PA wonosari. Acara tersebut dihadiri oleh
Ibu Ketua dan Wakil Ketua PTA Yogyakarta, Ibu Hakim Tinggi PTA
Yogyakarta, Ibu-Ibu Ketua PA sewilayah DIY dan Ibu-Ibu Dharmayukti
Karini PA Wonosari. Selain itu, pada saat yang sama Dharmayukti
cabang Gunungkidul memberikan Dana Bantuan Beasiswa periode
Desember 2009.
Ibu Ketua PA Wonosari selaku tuan rumah memberi sambutan dan
ucapan selamat datang atas kehadiran Ibu-Ibu Paguyuban dan berharap
semoga pertemuan ini dapat bermanfaat untuk menjalin tali silaturahim
antara PA se-DIY. Harapan senada juga disampaikan Ibu Ketua
PTA Yogyakarta, Ibu Hasan Muhammad, dalam pengarahannya Ia berkomitmen
untuk selalu menghadiri undangan, karena hal itu merupakan kewajiban
bagi sesama umat muslim dan insya Allah pahala akan terus mengalir.
Selain itu, masih menurutnya, Ibu-Ibu Paguyuban juga diharapkan
untuk selalu mendorong dan terus berusaha memberikan pelayanan
terbaik kepada suami karena 60 persen dari karir suami ikut
ditentukan oleh peran seorang istri. Selanjutnya pemberian Pengetahuan
Praktis yang disampaikan oleh Ibu Muhamad Dihan tentang memelihara
kesehatan tangan, tips kegunaan asam dan minyak kelapa, serta
tips agar tumit tidak pecah-pecah. Acara semakin lengkap dengan
pemberian Resep Membuat Kue Klepon yang disampaikan oleh Ibu
Sukardi.
Pada pertemuan tersebut juga diberikan Kultum oleh Ibu Fathurrahman
Ghozali dengan judul Memelihara Hubungan dengan Kedua Orang
Tua yang sudah Meninggal Dunia. Topik ini diangkat karena banyak
perilaku anak pada zaman sekarang yang telah menggeser nilai-nilai
kesopanan, kesusilaan, dan agama, yang banyak disebabkan oleh
pengaruh lingkungan sekitar, dan televisi. Seperti kita ketahui
bahwasannya berbakti dan berbuat baik kepada orang tua meski
keduanya telah wafat adalah kewajiban bagi setiap anak terhadap
orang tuanya sebagaimana terdapat dalam al-Qur’an S. Luqman
ayat 13.

Suasana
pertemuan Dharmayukti Karini Cabang Gunungkidul dalam rangka
pemberian beasiswa periode Desember 2009 kepada putera-puteri
pegawai PA dan PN Wonosari di Pengadilan Agama Wonosari.
Pemberian
Beasiswa
Secara terpisah, seusai acara pertemuan paguyuban keuarga besar
PTA dan PA se DIY acara dilanjutkan pertemuan Dharmayukti cabang
Gunungkidul. Acara utama pertemuan tersebut adalah pemberian
beasiswa kepada 6 anak dari keluarga PA Wonosari dan 18 anak
dari keluarga PN Wonosari.
Dalam acara tersebut ketua Dharmayukti cabang Gunungkidul Rukman
Hadi berpesan kepada putra-putri penerima dana beasiswa untuk
selalu berlaku baik, sopan santun dan hormat kepada orang tua.
Dana Beasiswa ini diharapkan dapat menunjang prestasi anak sehingga
mencerdaskan kehidupan bangsa karena anak-anak masa kini merupakan
generasi penerus bangsa di masa yang akan datang.
Menurut pelindung Dharmayukti Karini Cabang Wonosari, Jeje Jaenudin,
dalam Pengarahan mengatakan agar kegiatan Dharmayukti bisa terus
berjalan seperti peningkatan kesejahteraan anggota, “
Meski nilainya kecil pemberian beasiswa pendidikan merupakan
wujud kebersamaan dan kekelurgaan”, ujar Jeje Jaenudin
menuturkan.
Pemberian beasiswa merupakan kegiatan rutin tiap semester (6
bulan) sekali. Beasiswa itu diberikan kepada siswa berprestasi
dari anak anggota secara bergilir. Pada penyerahan kali ini
beasiswa itu diberikan 6 anak dari keluarga PA Wonosari dan
18 anak dari keluarga PN Wonosari, siswa para anggota dari jenjang
SD sampai SMA sebesar Rp. 150.000,- per siswa. Tampak wajah
ceria para orang tua dan anak-anak penerima beasiswa diakhiri
dengan foto bersama. *(Nuzula Yustisia)
|