|
| |
Calon
Hakim Pegawai PA Wonosari ketika memberikan sambutan perpisahan
di Aula PA Wonosari. Dari kiri: Muhibuddin, Ahsan Dawi,
Supriyanto, dan Muhammad Arif. |
Bahagia dan sedih mewarnai prosesi
pelepasan empat orang pegawai PA Wonosari, Selasa, (21/7) di
Aula tunggu PA Wonosari. Bahagia karena empat orang pegawai
tersebut menerima SK Pengangkatan menjadi Hakim, dan sedih karena
harus berpisah dengan keluarga besar PA Wonosari untuk segera
berangkat ke tempat baru. Acara pelepasan pegawai tersebut dipimpin
langsung wakil ketua PA Wonosari, Jeje Jaenudin, dengan sambutan
pelepasan yang penuh haru.
"Senang
atau tidak senang kita harus merelakan kepergiannnya. Kita tahu
kalau ini berat tapi tidak bisa menunda-nunda lagi, karena mereka
akan meniti karir di tempat yang baru. Atas nama pribadi dan
pimpinan saya mengucapkan terima kasih atas pengabdian dan dedikasinya
selama menjadi pegawai di PA Wonosari. ujar Jeje Jaenudin.

| |
Calon
Hakim Pegawai PA Wonosari mendapat ucapan dari Karyawan,
Pegawai, Pejabat, Hakim, dan Pimpinan di Aula PA Wonosari. |
Empat
orang pegawai PA Wonosari yang dilepas adalah Ahsan Dawi, Supriyanto,
Muhibuddin, dan Muhammad Arif. Seperti halnya calon Hakim yang
lain, semua pegawai PA Wonosari tersebut bertugas ditempat yang
baru di luar Jawa pada Pengadilan Agama kelas IIA. Seperti Ahsan
Dawi di PA Sengeti, JAmbi, Supriyanto, di PA Selat Panjang,
Riau, Muhibuddin, di PA Natuna, Riau, dan Muhammad Arif, di
PA Pelaihari, Kalsel.
Sebelumnya,empat orang pegawai
tersebut juga memberikan sambutan perpisahan yang diwakili oleh
Ahsan Dawi, Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh pegawai
dan segenap pimpinan PA Wonosari yang telah membantu dalam pengabdiannya
di tempat tersebut. "Kita berharap jalinan kekeluargaan
yang telah ada tidak pernah putus, meski kami tidak lagi di
PA Wonosari. Kita akan berupaya melakukan komunikasi dengan
sarana TI yang ada. Kami mohon maaf apabila ada kesalahan dan
kehilafaan selama bertugas di tempat ini". Menurutnya,
sambil didampingi ke-empat pegawai yang telah menerima SK Hakim
tersebut.
Dalam prosesi acara pelepasan
itu, Jeje Jaenudin banyak sekali memberikan petuah, dorongan,
dan tidak lupa memuji satu persatu. "keempat temen-temen
cakim ini adalah kader-kader terbaik PA Wonosari. Mereka punya
keunggulan masing-masing. Selalu menjaga sikap yang baik, tidak
pernah saling menjelekan. Semoga sikap-sikap kegotongroyongan
dan kebersamaan tersebut dapat dikembangkan di tempat yang baru."
Ungkapnya.
Masih menurut jeje jaenudin,
Ia berpesan agar ditempat yang baru tetep dapat menjaga citra
dan wibawa seorang Hakim. Melaksanakan tugas apapun yang diberikan
Pimpinan. Begitupula, didaerah biasanya Dharma Yuktinya lebih
erat dan kuat, maka para Isteri diminta tetep aktif di sana.
Problem rumah tangga jangan sampai di bawa ke kantor, tidak
mudah tergoda oleh hal-hal yang tidak baik. Apa yang baik bawa
kesana, apa yang tidak baik dan negatif agar di tinggal di jalan
nanti.
"Masing-masing
punya keunggulan, Muhibuddin adalah ahli dalam perbendaharaan
baik sebagi bendahara Pengeluaran maupun Penerimaan. Muhammad
Arif terkenal dengan pakar dan konseptor Akte cerai. Supriyanto,
punya inovasi terhadap konsep aplikasi SIADPA. Ahsan Dawi, sebagai
pakar TI tidak lagi diragukan telah meletakan pondasi TI di
PA Wonosari dan sumbangsih keilmuannya terhadap PA-PA lain telah
terbukti" Ujar Jeje Jaenudin, sambil terlihat menitikan
Air Mata haru dan bangga.
Ia
tidak lupa berpesan agar tetep berkiprah di Masyarakat, jangan
menghindari. Karena keilmuan seorang Hakim sangat bermanfaat
bila ditularkan di Masyarakat "Tetepalah bergaul dengan
Masyrakat sekitar. Kalau di kantor adalah Hakim, tapi biasanya
Masyarakat akan melihat Hakim itu adalah Ulama. jangan Hindari
tapi bergaulah dengan Masyarakat" tandasnya.
Usai acara sambutan pelepasan tersebut, semua Pegawai dan Pejabat
PA Wonosari memberi selamat dan bersalaman kepada keempat calon
hakim tersebut. Tidak lupa dari Pimpinan PA Wonosari, Koperasi
PA Wonosari, dan Dharmayukti Karini memberikan tali asih dalam
acara tersebut. Lagi-lagi, haru dan ceria berbaur dalam kebersamaan
di sore itu. (fajar)
|