|
| |
Ketua
dan Wakil Ketua Pengadilan Agama Wonosari, Jeje Jaenudin,
dan Abd. Malik berfoto bersama rombongan Mahasiswa Fakultas
Hukum Universitas Pakuan Bogor di Pengadilan Agama Wonosari. |
Dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah pendidikan dan latihan
kemahiran hukum (PLKH), sekitar seratus lebih mahasiswa Fakultas
Hukum Universitas Pakuan Bogor kunjungi Pengadilan Agama Wonosari,
Kamis, (17/12). Tugas mata kuliah tersebut merupakan mata kuliah
wajib bagi mahasiswa semester ganjil tahun Akademik 2009/2010.
Beberapa tugas tersebut, mengikuti persidangan, administrasi
pengadilan, dan diskusi ilmiah.
Kehadiran
rombogan mahasiswa disambut langsung Ketua Pengadilan Agama
Wonosari, Jeje Jaenudin, beserta jajaran pejabat struktural
maupun fungsional. Beberapa diantaranya Wakil Ketua, Abd. Malik,
Panitera/sekretaris, Sri Murni, Hakim Sucipto dan M. Dihan.
"Kami
menerima dengan senang hati kunjungan adik-adik Mahasiswa, dan
merupakan kehormatan karena PA Wonosari menjadi salah satu lembaga
peradilan yang dipilih untuk kunjungan ilmiah ini. Ujar Jeje
Jaenudin, dalam sambutanya sembari memberikan profil singkat
dan gambaran umum keadaan perkara di PA Wonosori.
"K
| |
Ketua
Pengadilan Agama Wonosari, Jeje Jaenudin, ketika memberikan
sambutan, dan sekilas pandang tentang Pengadilan Agama
Wonosari. |
Adanya sambutan yang hangat dari pihak Pengadilan Agama Wonosari,
menjadikan suasana kunjungan ilmiah mahasiswa tersebut segar
dan semangat. Ketua kunjungan, Farahdinny Siswajanty, ketika
memberikan sambutan tiada henti memberi apresiasi tersebut.
"Dari beberapa kunjungan yang telah kita laksanakan apakah
pernah mendapat sambutan semeriah ini?" secara kompak mahasiswa
menjawab "belum" . Menurut Farahdinny, mereka sudah
senang dan gembira dengan kunjungan tersebut, apalagi dengan
dengan sambutan yang lebih dari biasanya.
Setelah
saling berbagi sambutan, masing-masing pihak bertukar cindera
mata. Cindera mata dari PA Wonosari diberikan langsung oleh
Ketua Pengadilan Agama Wonosari. Kembali ketua Rombongan Farahdinny
Iswajanty tidak dapat meneyembunyikan ekspresi gembira dan haru.

| |
Ketua
rombongan Kunjungan ilmiah Mahasiswa Universitas Pakuan
Bogor bertukar cindera mata dengan Ketua Pengadilan Agama
Wonosari. |
Meski
kunjungan mahasiswa telah tiba di Yogyakarta tiga hari sebelumnya
para peserta tidak tampak kelelahan, justeru semakin semagat
menggali informasi seputar proses beracara. Para mahasiswa tetap
antusias mengikuti persidangan, mengunjungi dapur redaksi website,
dan server Siadpa.

| |
Salah
satu kelompok dalam rombongan Mahasiswa Fakultas Hukum
Universitas Pakuan Bogor ketika penjelasan dari salah
satu Hakim PA Wonosari, Muhamad Dihan, terkait proses
beracara di PA Wonosari. |
Menurut
Jeje Jaenudin, bahwa saat ini sumber daya manusia yang bekerja
di Pengadilan musti akrab dengan dunia komputer. Hal itu merupakan
kebutuhan yang tidak bisa ditawar, maka bagi setiap SDM juga
harus menyesuaikan. Apalagi keterbukaan informasi, akuntabilitas,
dan segala informasi terkait lembaga negera harus bisa diakses
masyarakat, dan perangkat penunjang dari keterbukaan itu adalah
teknologi informasi.
| |
SIADPA
dan Website PA Wonosari merupakan salahsatu menu andalan
dalam era informasi dan keterbukaan di PA Wonosari. |
Setelah
Mahasiswa mengikuti sidang, mengunjungi admisnistrasi pengadilan,
dan perangkat teknologi informasi, mereka berkumpul kembali
untuk disksusi dan tanya jawab. Diskusi dan tanya jawab tersebut
dipandu langsung Ketua PA Wonosari. Banyak pertanyaan dari Mahasiswa,
dan umumnya kritis-kritis.
Beberapa
pertanyaan tersebut diantaranya, mengapa PA terkesan memudahkan
dispensasi nikah di bawah umur, mengapa ada perkara yang baru
sidang bisa langsung putus, dan seberapa efektif proses mediasi
bisa mencegah perkara perceraian. Namun karena keterbatasan
waktu, tanya jawab dan diskusi dibatasi lima belas materi pertanyaan
dari Mahasiswa.
Hampir
empat jam kunjungan ilmiah Mahasiswa berlangsung dengan suasana
keakraban. Ucapan terima kasih selalu terselip dalam setiap
pertanyaan Mahasiswa di forum tanya jawab. Mereka
umumnya menyatakan puas melakukan kunjungan ilmiah di PA Wonosari,
yang merupakan rekomendasi dari guru besar dan pengampu mata
kuliah PLKH, Paulus Effendi Lotulung. Sekitar jam 13.30 WIB
acara berakhir dan Bus yang mereka tumpangi bergerak pelan meninggalkan
PA Wonosari.(*Msd)
|