|
Khotmil
Qur'an dan Buka Puasa PA Wonosari;
"Energi
Positif dan Keikhlasan Menjadi Kunci dalam Bekerja..."

| |
Ketua
Panitia Fathurraman Ghozali, Wakil Ketua PA Wonosari
Jeje Jaenudin, dan Wakil Ketua PTA Yogyakarta,
ketika memberikan sambutan dan ceramah dalam rangka Khotmil
Qur;an dan Buka Puasa di Aula PA Wonosari |
Selama
bulan Ramadhan Pengadilan Agama Wonosari menyelenggarakan tadarus
Al-Qur’an di saat jam istirahat sesudah sholat dzuhur.
Kegiatan yang hampir sebulan penuh tersebut berakhir pada Rabu
(16/9) bertepatan dengan rangkaian acara buka puasa dengan tajuk
“Khotmil Qur’an dan Buka Puasa Bersama” di
Aula PA Wonosari yang juga dihadiri Wakil Ketua Pengadilan Tinggi
Agama Yogyakarta, Ahmad Fadil Sumadi, dan beberapa Hakim Tinggi.
Kegiatan Khotmil Qur’an
dan buka puasa bersama merupakan salah satu tradisi yang telah
berlangsung sejak lama di Pengadilan Agama Wonosari. Dalam kesempatan
itu disampakan pula Kultum oleh Kamtono, Wakil Panitera dan
Pembinaan Rohani singkat oleh Wakil PTA Yogyakarta, Ahmad Fadil
Sumadi. Kultum dan dan pembinaan tersebut menitikberatkan pada
seputar efek energi positif dalam bekerja dan keikhlasan.
Menurut Kamtono,salah tujuan
puasa adalah meraih derajat takwa, dan diantara jalan menuju
kesana adalah dengan melakukan setiap amal perbuatan yan dilandasi
dengan keikhlasan. Ia juga menggambarkan kisah Santri yang membawa
oleh-oleh untuk Gurunya dengan sekarung ketela, namun pulangnya
diberi seeokor kambing. Adapun yang berharap dapat lebih besar
dengan membawa sekarung beras justeru mendapat sekarung ketela.
“Suguhan yang Ikhlas bisa menjadi obat namun sajian yang
tidak ikhlas bisa menjadi penyakit”. Ujarnya.
Sedangkan Ahmad Fadil Sumadi
mengingatkan para pegawai dan hakim untuk senantiasa tertib
dalam melaksanakan tugas-tugas kantor, kehidupan rumah tangga,
dan hubungan yang baik dengan para Stakeholder, atau seluruh
pihak yang memiliki kepentingan secara langsung atau tidak langsung
terhadap kesinambungan lembaga. Hal tersebut dapat dimulai dengan
energi positif yang bermula dari kehidupan rumah tangga masing-masing.”bagaimana
jadinya pekerjaan kantor apabila berangkat dari rumah sudah
dalam keadaan cemberut dan penuh masalah, tentu akan berdampak
pada hasil kerja di kantor” Ungkapnya.
Masih menurutnya, energi yang
dibutuhkan akan lebih banyak dan terbuang sia-sia apabila banyak
digunakan untuk melayani isu, gosip, ataupun masalah. Untuk
itu energi positif diperlukan agar tugas menjadi lancar dan
semakin baik. Ia juga berharap pelayanan dan apa yang telah
tercapai di PA Wonosari dapat terjaga dan minimal dapat dipertahankan.
Meski beliau memahami bahwa PA Wonosari baru saja ditinggal
beberapa pegawainya karena menjadi hakim di tempat lain.
Seiring
bunyi sirine tanda berbuka, kegiatan khotmil Qur’an dan
Buka Puasa tersebut diakhiri dengan makan bersama seluruh keluarga
besar PA Wonosari. Sembari menikmati hidangan yang telah ada
tampak rasa kekeluargaan dan kebersamaan yang menjadi salah
satu ciri PA Wonosari tetap terpancar sore itu.(masdo)
|